Ranger’s parent pastinya mau dong kalau Ranger Kecil menjadi pribadi yang tangguh? Nah, untuk menjadi tangguh, Ranger Kecil bukan cuma harus sehat dan cerdas saja, tapi juga punya kepekaan. Kepekaan yang terdiri dari cepat tanggap (IQ) dan rasa peduli (EQ) inilah yang harus ditanamkan sejak dini pada diri renger kecil.
Psikolog anak Roslina Verauli mengatakan, untuk membangkitkan dan merangsang kepekaan anak, beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan bernyanyi dan menari. “Menari dan menyanyi telah terbukti memberi korelasi signifikan terhadap kecerdasan anak dan juga kematangan emosionalnya.”
Dengan begitu, mengajarkan ranger kecil untuk melakukan aktivitas gerak , seperti bernyanyi dan menari mengikuti irama musik sangatlah baik bagi perkembangan koordinasi motor, keseimbangan, kepekaan, dan irama tubuh. Terlebih, bernyanyi dan menari merupakan cara yang paling mudah dilakukan karena tak perlu ruang dan uang untuk aktivitas ini.
Sebenanrya kegiatan lain pun juga bisa merangsang gerak motorik Ranger Kecil. Untuk aktivitas lainya, Ranger’s Parent bisa mengajak Ranger Kecil untuk bermain kejar-kejaran di taman, misalnya. Bermain lempar tangkap bola atau permainan luar ruang lain, seperti outbond dan petak umpet pun dianjurkan. Jogging bersama di akhir pekan juga bisa menjadi ide yang bagus.
Selain itu, ranger kecil juga bisa bermain dan berkumpul dengan teman sebayanya, mengingat masa bermain adalah masanya anak-anak. Selama tak menggangu waktu belajar, jangan larang Ranger Kecil bermain futsal atau basket bersama sang teman. Bermain bersama teman membuat ranger kecil belajar tentang dinamika dan kepriadian banyak orang. Dengan begitu, Ranger Kecil akan berinteraksi dan bersosialisasi dengan dunia luar dan belajar banyak hal dari sana.
Roslina berpesan, dalam beraktivitas yang terpenting adalah dalam setiap aktivitasnya, Ranger Kecil harus dalam keadaan senang dan tidak terpaksa. Ranger’s Parent juga tak boleh memberikan tekanan kepada ranger kecil bila ia melakukan kesalahan pada aktivitas ini. Apalagi menuntut Ranger Kecil untuk sempurna melakukannya, misalnya memaksa ranger kecil berhasil memasukkan bola pada setiap tendangannya.
Tekanan akan membuat ranger kecil minder dan tidak percaya diri. Akibatnya, kelakuan Ranger Kecil di luar bisa berbeda saat di rumah. “Nanti anak akan berpikir, kalau aku begini salah apa enggak ya. Nanti takut salah,” kata Roslina.
Yang terpenting adalah Ranger Kecil belajar bagaimana menjadi cepat tanggap. “Anak yang cepat tanggap akan lebih mudah dalam proses belajar,” kata Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM Diana Sunardi. Kalau ranger kecil tanggap, rasa percaya diri dan rasa kepeduliannya pun akan meningkat. Dengan begitu Ranger Kecil akan menjadi peka.